• Selamat datang di www.INDOPLAY77.com, Diharapkan untuk selalu meminta nomor rekening aktif kepada costumer service kami sebelum anda melakukan deposit | Ajak teman anda bermain dan dapatkan bonus referensi sebesar 7% + 2% | Cash Back UP TO 8%, syarat dan ketentuan berlaku.
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Lima Kunci Sukses Real Madrid Juara Liga Champions 2016/17

Agen Bola Online - Real Madrid Champions UCL

Agen Bola Online – Real Madrid Champions UCL

Agen Bola Online – Sang juara bertahan Liga Champions, Real Madrid akhirnya berhasil mematahkan mitos bahwa juara bertahan tidak akan berhasil mempertahankan gelar juara yang mereka peroleh di Champions League. Los Blancos telah memberikan bukti bahwa mereka masih klub yang terbaik di Eropa pada musim 2016-2017 ini.

Agen Bola Online – Kunci Sukses Real Madrid

Pada laga pertandingan partai final Liga Champions yang digelar di Millenium Stadium, Cardiff, Wales, Real Madrid sukses memenangkan pertandingan dengan skor akhir 4-1 atas Juventus, Minggu 4 Juni dini hari kemarin.

Cristiano Ronaldo menjadi bintang untuk El Real dengan mencatatkan nama nya di papan skor dengan 2 gol. Dan sementara, 2 gol pasukan Zinedine Zidane lainnya di cetak oleh Casemiro dan Marco Asensio. Gol hibungan untuk Juventus terlahir dari aksi overhead kick Mario Mandzukic.

Kemenangan yang diraih oleh El Real sendiri tentu saja tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa momen kunci yang menentukan jalannya laga pertandingan final tersebut. Ada pula beberapa pemain yang telah tampil dengan sangat bagus yang kemudian menjadi pembeda pada laga pertandingan itu.

Apa saja yang menjadi faktor kunci yang menjadi penentu kesuksesan Real Madrid pada partai final Liga Champions? Simak ulasannya berikut ini:

1. Kuasa Lini Tengah

Si Nyonya Tua sebenarnya telah tampil lebih menjanjikan pada laga babak pertama. Tim asuhan Massimiliano Allegri mampu menghadirkan 2 kesempatan dari aksi Miralem Pjanic dan Gonzalo Higuain bahkan pada saat laga baru saja berjalan 15 menit.

Akan tetapi, justru Real Madrid yang sebenarnya yang tampil lebih dominan. El Real menguasai 53% penguasaan bola. Dan selain itu juga, para pemain Los Blancos juga telah mencatatkan 92% umpan yang akurat, dan sementara untuk kubu Bianconeri hanya memiliki tingkat akurasi umpan 82% saja.

Dan ternyata, ada dua pendekatan yang berbeda dari kedua tim ini pada babak pertama.

Juventus yang lebih mengandakan serangan dari sisi sayap, baik itu melalui Dani Alves maupun dari Alex Sandro. Keduanya sering kali melepaskan umpan crossing dan salah satunya berhasil menjadi gol dari aksi Mandzukic.

Sementara itu juga, Los Blancos lebih cenderung untuk bermain dari sektor tengah. Isco, Casemiro, Luka Modric dan Toni Kroos tentu saja bukan pemain dengan karakter yang terbiasa bermain di sayap. Kecuali Kroos, tiga pemain lainnya lebih cenderung bermain di lini tengah.

 

2. Kejelian Taktik Pelatih Zinedine Zidane

Pada babak kedua menjadi panggung untuk sang pelatih Zidane untuk menunjukkan kepiawaiannya sebagai pelatih dalam membaca permainan. Pelatih asal Perancis tersebut mengubah pendekatan permainan yang telah ia lakukan pada babak pertama.

Berkaca dari gol yang dicetak Ronaldo pada babak paruh pertama, Zidane sepertinya sudah bisa membaca taktik dari pola pertahanan Bianconeri. Ada banyak celah dari sisi sayap dan hal itulah yang mereka coba eksploitasi oleh para pemain Real Madrid. Luka Modric dan Isco yang memiliki kecepatan ditempatkan lebih ke sayap, dan sementara Kroos dan Casemiro bertahan di lini tengah.

“Pada babak kedua, saya ingin para pemain lebih tampil menekan dan saya ingin lebih memanfaatkan sektor sayap. Kami memainkan sepakbola kami, seperti yang biasanya kami lakukan,” ujar Zidane usai laga pertandingan final Liga Champions.

3 gol Madrid yang tercipta pada babak kedua, semua bermula dari sektor sayap.

Gol Casemiro, berawal dari Karim Benzema yang pertama kali menyisip sisi sayap dan memberikan bola pada Kroos. Bola hasil tembakan pemain asal Jerman tersebut masih mampu di blok oleh para pemain belakang Juventus dan akhirnya bola muntah pun disambar oleh Casemiro untuk menjadi sebuah gol.

Pola yang sama terjadi pada gol kedua Ronaldo dan gol Marco Asensio. Semuanya itu bermula dari sektor sayap.

 

3. Ramos-Varane dan Serangan Monoton Juventus

Selain kecolongan dari gol yang dicetak oleh Mandzukic pada paruh pertama, lini pertahanan El Real bisa dikatakan sangat bagus. Duet dari Sergio Ramos dan Raphael Varane berhasil menjadi tembok yang kokoh untuk setiap serangan-serangan yang dibangun oleh Bianconeri.

Seperti yang dikatakan pada ulasan sebelumnya, serangan yang dibangun oleh El Real lebih cenderung untuk mengandalkan dari sisi sayap. Para pemain Bianconeri lebih sering melepaskan umpan crossing apabila dibandingkan dengan melepaskan umpan terobosan.

Tentu saja hal tersebut akan sangat mudah diantisipasi oleh duet Ramos dan Varane. Pada grafik diatas menunjukkan bahwa bangunan serangan Si Nyonya Tua lebih mengandalkan sektor sayap dengan formasi umpan crossing.

Bianconeri sendiri memang tidak memmiliki banyak pilihan pada sektor tengah dalam membangun sebuah serangan. Pjanic yang diharapkan sebagai kreator serangan malahan tidak bisa banyak berkutik melawan Casemiro. Ia pun gagal melepaskan umpan-umpan yang bisa memudahkan Higuain untuk menghasilkan gol.

Tidak ada umpan yang langsung mengarah ke kotak pinalti yang dilepaskan oleh Pjanic pada babak kedua. Pemain asal Bosnia tersebut malahan harus ditarik keluar lapangan untuk digantikan oleh Claudio Marchisio dikarenakan ia tidak bermain dengan cukup efektif.

Selain itu juga, serangan monoton Juventus juga tidak lepas dari Paulo Dybala yang tampil dibawah standar permainan terbaiknya.

 

4. Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo kembali lagi memberikan sebuah bukti bahwa ia masih menjadi figur yang paling penting untuk Real Madrid. Pemain asal Portugal tersebut berhasil mencetak 2 gol pada laga pertandingan partai final Champions League ke gawang Juve yang dijaga oleh kiper Gianluigi Buffon.

Gol pertama CR7 memiliki arti yang penting untuk Real Madrid. Sebelum gol tersebut terjadi, Madrid yang lebih banyak berada dalam kondisi tertekan. Nah, gol Ronaldo inilah yang memberikan rasa percaya diri bagi para pemain El Real untuk bisa mengimbangi permainan yang dibangun oleh Juventus.

Gol kedua Ronaldo pun tidak kalah pentingnya. Pemain berusia 32 tahun tersebut membuat kedudukan menjadi 3-1 dan secara mental sangat penting untuk El Real. Sebaliknya juga untuk Juventus, gol tersebut membuat mental juang seorang Buffon dan kawan-kawan pun luntur.

Ronaldo pun terpilih sebagai Man of The Match pada akhir laga pertandingan. Sebuah ganjaran yang sangat pantas diberikan apabila dilihat dari vitalnya kontribusi seorang Ronaldo.

Performa apik Cristiano Ronaldo pada laga pertandingan partai final tersebut juga sekaligus menegaskan bahwa kejelian dari seorang pelatih Zidane dalam menerapkan strategi rotasi pemain. Zidane sendiri berhasil menjaga Ronaldo tetap berada dalam penampilan terbaiknya hingga musim berakhir.

Dan sementara itu juga, berhasil di final ini sepertinya juga semakin menegaskan bahwa Cristiano Ronaldo kini sudah terlahir kembali dengan bentuk yang baru. Cristiano Ronaldo bukanlah seorang pemain winger akan tetapi sekarang seorang striker.

 

5. Tidak Jelasnya Posisi Dani Alves

Dani Alves sebenarnya sangat diharapakan untuk bisa menjadi sosok kunci bagi Bianconeri pada laga pertandingan partai final Champions League. Alves yang memiliki rekam jejak yang sangat gemilang kala masih membela Barcelona pada ajang kompetisi Champions League.

Pengalaman yang telah ia dapatkan selama bersama dengan El Blaugrana sangat diharapkan bisa diterapkan pada skuat Juve. Akan tetapi, kesalahan penempatan posisi Alves membuat perannya justru tidak maksimal.

Pada awal babak pertama, Alves oleh Allegri ditempatkan sebagai seorang gelandang sayap, bahkan ia bisa disebut sebagai winger dalam skema 4-2-3-1. Dan sementara posisi bek kanan ditempati oleh Andrea Barzagli.

Eks pemain Barca tersebut memang banyak memberikan umpan-umpan silang, namun naluri menyerangnya cukup monoton dan tidak banyak yang bisa ia lakukan untuk melakukan tusukan ke dalam area kotak pinalti.

Pelatih Allegri sempat mengembalikan posisi Alves ke bek kanan saat ia memasukkan Juan Cuadrado pada menit ke-66. Akan tetapi, pilihan tersebut sepertinya sudah terlambat dikarenakan pada saat itu Juventus sudah tertinggal 1-3 dari Real Madrid. Ditambah lagi, Cuadrado di kartu merah pada menit ke-83.

 

Hot Promo Indoplay77, klik disini!


Dapatkan Promo Menarik INDOPLAY77, klik disini


Mon, 05 Jun 17   Category: Berita, Berita Bola
, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,